TENTANG Kok Muslim?

KokMuslim Merupakan Media Informasi dan Edukasi yang Membahas Seputar Dunia Islami, Berita, dan Hal-Hal Menarik Lainnya

Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts

Antara Alam Ghaib dan Alam Manusia, Serupa tapi Tak Sama


kokmuslim / Antara Alam Ghaib dan Alam Manusia, Serupa tapi Tak Sama

KITA tentu sudah meyakini akan adanya alam ghaib. Baik itu alam yang akan ditempati oleh kita di akhirat kelak, maupun di dunia ini. Yang memang alam ghaib itu tak dapat terlihat oleh kasat mata. Kita terkadang tak menyadari akan hal itu, bahwa disekitar kita pun alam ghaib itu ada.

Seperti yang kita ketahui, di dunia ini terdiri dari 2 dimensi, yaitu dimensi ghaib, dan dimensi manusia, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan alam ghaib dan alam manusia. Sebenarnya antara alam ghaib dan alam manusia, adalah saling berdekatan, hanya saja yang membedakan adalah waktu operasionalnya saja.

Cara membedakan alam ghaib dan alam manusia sangat mudah, karena waktu mereka beraktivitasnya sangat bertolak belakang. Bila alam manusia, mereka memiliki waktu antara pagi sampai sore hari, dan sebaliknya kalau alam ghaib, waktu untuk mereka beraktivitas adalah saat senja sampai menjelang pagi hari.
Sebenarnya, suasana di alam ghaib dan alam manusia tidaklah jauh berbeda. Dan sebenarnya alam ghaib dan alam manusia, jika dilihat dengan mata bathin, lebih mirip terlihat seperti pasar, karena banyak makhluk yang berlalu lalang. Dan terkadang dunia mereka terasa lebih unik daripada alam manusia.

Beda dunia, beda juga penghuninya. Jika di alam manusia dihuni oleh berbagai macam manusia, hewan, dan tumbuhan, berbeda lagi dengan alam ghaib. Alam ghaib memiliki penghuni yang lebih beragam bentuk, rupa, dan jenisnya. Dan juga mereka memiliki bentuk hewan-hewan yang aneh pula, yang terkadang sangat berbeda dibandingkan yang pernah kita temui di alam nyata.

kokmuslim / Antara Alam Ghaib dan Alam Manusia, Serupa tapi Tak Sama

Dan yang menarik, ternyata mereka juga mempunyai kesibukan layaknya manusia. Mereka juga melakukan aktivitas seperti bercocok tanam, berkebun, dan mencari kebutuhan mereka sendiri-sendiri. Mereka juga sibuk membangun dunia mereka sendiri dan menjaga kehidupan mereka agar tidak diganggu secara sembarangan oleh manusia. Hal ini sering terjadi karena dunia kita dengan mereka saling bersebelahan tanpa kita sadari.

Karena itulah, mereka akan sangat marah apabila pohon, gedung, atau tempat tinggal yang mereka huni sampai dirusak oleh manusia. Dan bila Anda pernah menjumpai suatu pohon yang berdarah saat ditebang, sebenarnya itu merupakan suatu ciri bahwa pohon itu sudah dihuni oleh makhluk halus. Dan makhluk halus juga cenderung menyukai tempat-tempat yang cenderung sepi, gelap, suram dan kotor.

Oleh karena itulah, kita harus bisa menghargai sesama makhluk ciptaan Allah SWT. Kita juga harus bisa saling menghormati. Karena dunia ini bukanlah hanya dimiliki manusia saja, tapi makhluk ciptaan Allah yang lain pun berhak menikmatinya. Begitu pula dengan makhluk-makhluk yang ada, namun tak dapat kita melihatnya seperti makhluk ghaib tersebut.

Sumber

Read More...

Hubungan Yang Sangat Terlarang Antara Manusia dan Jin


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgj583-BOnU1BoWR2U3uoygi8QV0XVSEhlsiL-6-5eIjgyIKBd_kbj8Di3XO-kjF6S4ylhMTO53mofzeqwB62fqH0dORBPaFFCKnH-rwX1aQXwcjCvF8c8Eo4Hw8oxCA5m-sL9gdzJaBah_/s1600/A7.jpg

MANUSIA dan jin merupakan dua makhluk yang berbeda. Jika manusia dikatakan sebagai makhluk kasar, maka jin merupakan makhluk halus, artinya tak kasat mata. Namun demikian, di antara keduanya terkadang terjalin hubungan yang begitu dekat. Sehingga, mereka bisa saja saling membantu, dengan menciptakan hubungan mutualisme, yakni saling menguntungkan.

Kedekatan manusia dengan jin boleh saja, tapi ingat pula bahwa ada juga hubungan terlarang antara mereka. Dan hubungan inilah yang harus kita hindari. Karena bila tidak maka akan berakibat sangat fatal.
Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah mengingatkan:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ



“Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (manusia dan jin), (dan Allah berfirman), ‘Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.’ Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia, ‘Ya Rabb kami, sesungguhnya sebagian dari kami (manusia) telah mendapat kesenangan dari sebagian yang lain (jin) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami.’ Allah berfirman, ‘Neraka itulah tempat tinggal kamu semua, sedang kamu semua kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)’,” (QS. al An’am/6: 128).

kokmuslim / Hubungan Yang Sangat Terlarang Antara Manusia dan Jin

Di dalam tafsirnya, Ibnu Katsir rahimahullah juga mengutip perkataan al Hasan, “Arti sebagian jin dan manusia saling mendapat kesenangan satu sama lain, tidak lain ialah jin telah memerintahkan dan mempekerjakan manusia,” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir dengan diringkas, tentang Surah al An’am/6 ayat 128).

Sementara itu, Syaikh Abdur-Rahman bin Hasan Aalu asy Syaikh menukil penjelasan Imam Mula Ali al Qari, “Kesenangan yang didapatkan manusia dari jin ialah, ketika jin memenuhi kebutuhan manusia, menuruti perintah manusia dan memberikan informasi tentang hal-hal ghaib.

 Sedangkan kesenangan yang diperoleh jin dari manusia ialah, ketika manusia mengagung-agungkan jin, meminta perlindungan dan tunduk kepada jin,” (Lihat Fat-hul Majid Syarh Kitab at Tauhid, Syaikh Abdur Rahman bin Hasan Aal asy Syaikh, Bab Minasy-Syirki al Isti’adzatu bi Ghairillah. Pembahasan ayat pertama, halaman 134).

Sumber
Read More...

Inilah Alasan Mengapa Setan Diciptakan


kokmuslim / Inilah Alasan Mengapa Setan Diciptakan

ALAM semesta ini terisi bukan hanya oleh makhluk kasar (manusia, hewan dan tumbuhan) saja. Melainkan ada makhluk-makhluk lain yang tidak dapat dilihat oleh kasat mata. Mereka berbeda tempat dengan makhluk kasar. Merekalah makhluk halus (malaikat, jin dan setan) yang entah di mana kini mereka berada.
Salah satu makhluk halus, yaitu setan merupakan satu-satunya makhluk yang menjadi musuh terberat bagi manusia. Mengapa? Karena makhluk yang satu ini sangat tidak menyukai anak cucu dari turunan Adam AS, manusia pertama di muka bumi selamat dari adzab Allah. Maka dari itu, mereka akan terus menggoda manusia. Setan sangat merugikan manusia. Tapi mengapa setan diciptakan?

Allah memerintahkan agar patuh dan taat kepada-Nya. Allah juga memerintahkan agar kita jangan tergoda untuk meninggalkan perintah-perintah itu.

Perintah patuh dan taat dibarengi dengan godaan. Sebab, kalau tidak ada godaan, sikap taat dan patuh menjadi persoalan biasa. Taat dan patuh yang sejati yaitu apabila ada rayuan dan dorongan untuk berbuat maksiat, tetapi orang tersebut mampu menahan.

kokmuslim / Inilah Alasan Mengapa Setan Diciptakan

Allah menghendaki agar ketaatan dan kepatuhan seseorang timbul karena rasa takut kepada-Nya. Ini adalah ibadah. Ibadah berarti hanya untuk Allah, karena Allah semata, bukan untuk siapa-siapa, walau pun godaan setan begitu besar terhadap kita untuk mengalihkan tujuan ibadah itu.

Allah menciptakan setan tentu tidak begitu saja, tanpa ada maksud apa-apa. Melainkan ada hikmah dibalik itu. Seperti hikmahnya Allah menciptakan kejahatan, kemaksiatan atau mungkar.

Dari sini, manusia diuji, apakah kuat imannya menolak ajakan dan godaan setan. Karenanya manusia diberi alat, sarana dan kemampuan oleh Allah untuk menjauhi kejahatan itu. Bila sadar dan mengerti ajakan (dakwah) amar makruf nahi munkar, setan dan kejahatan tidak akan berhasil memperdaya manusia.

Sumber


Read More...

Benarkah Semua Manusia Akan Menghampiri Neraka?


 Apakah kita semua masuk neraka Jahanam?
Assalamu”alaikum, Dalam Surat Maryam 71-72 dikatakan semuanya akan mendatangi Neraka, apakah kita akan masuk kedalamnya? Atau menghampirinya lalu setelah itu apa? Atau hanya melewati jurang Asshirat?

Jawaban:

Wa ‘alaikumus salam Wa rahmatullah
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kita simak firman Allah,

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا . ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

Tidak ada seorangpun dari kamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (QS. Maryam: 71 – 72)

Selanjutnya kita akan lihat, bagaimana respon para ulama ketika membaca ayat ini,

Pertama, riwayat dari Qais bin Abu Hazim bahwa Abdullah bin Rawahah pernah sakit dan kepalanya diletakkan di pangkuan istrinya. Lalu beliau menangis dan istrinya-pun ikut menangis.

“Mengapa kamu nangis” tanya Abdullah.

“Aku lihat kamu nangis, jadi aku ikutan nangis.” Jawab istrinya.

Lalu Abdullah mengatakan,

إني ذكرت قول الله عز وجل: { وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا } ، فلا أدري أنجو منها أم لا؟

“Aku teringat firman Allah Ta’ala, ‘Tidak ada seorangpun dari kamu, melainkan mendatangi neraka itu’. Dan aku tidak tahu, apakah aku bisa selamat ataukah tidak?.” (Tafsir Abdurrazaq, 2/11)

Kedua, riwayat dari Abu Ishaq, bahwa Abu Maisarah jika hendak tidur, beliau mengatakan,  “Andai aku tidak dilahirkan ibuku.” Lalu beliau menangis.

“Apa yang membuat anda menangis, hai Abu Maisarah?” tanya kawannya.
Kata Abu Maisarah,

أخبرنا أنا واردوها، ولم نُخْبَرْ أنا صادرون عنها

“Aku mendapat kabar di al-Quran bahwa aku akan mampir ke neraka. Sementara aku tidak mendapat kabar dari al-Quran bahwa aku akan selamat darinya.” (Tafsir at-Thabari, 16/82)

Ketiga, Hasan al-Bashri menceritakan, ada 2 orang bersaudara yang ngobrol,

Si A:  “Bukankah ada ayat yang mengabarkan bahwa kita akan mampir ke neraka?”
Si B: “Benar.”
Si A: “Lalu apakah ada ayat yang mengabarkan bahwa kamu akan dikeluarkan dari neraka?”
Si B: “Tidak ada.”
Si A: “Lalu mengapa kita banyak ketawa.”
Setelah itu, tidak pernah terlihat beliau tertawa sampai bertemu Allah (wafat). (Tafsir Ibnu Katsir, 5/252)

Keempat, riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

Ketika beliau membaca ayat di atas, beliau mengatakan,

والله إن كان دعاء من مضى: اللَّهُمَّ أَخْرِجْنِي مِنَ النَّار سَالِـمًا، وَأَدْخِلْنِي الـجَنَّةَ غَانِـمًا

Demi Allah, sungguh doa orang di masa silam: “Ya Allah, keluarkanlah aku dari neraka  dengan selamat, dan masukkanlah aku ke dalam surga dengan sukses.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/253)

Dari keteragan di atas, para ulama memahami bahwa sasaran dari ayat ini adalah semua manusia. Hingga orang-orang soleh  di masa silam, mereka khawatir, termasuk di dalamnya.
Imam as-Sa’di mengatakan,

وهذا خطاب لسائر الخلائق، برهم وفاجرهم، مؤمنهم وكافرهم، أنه ما منهم من أحد، إلا سيرد النار، حكما حتمه الله على نفسه، وأوعد به عباده، فلا بد من نفوذه، ولا محيد عن وقوعه

Ayat ini diarahkan kepada seluruh makhluk. Yang baik maupun yang jahat. Mukmin maupun kafir, bahwa mereka semua pasti akan menghampiri neraka. Sebagai bentuk ketetapan dari Allah dan ancaman bagi para hamba-Nya. Dan itu pasti terjadi, tidak bisa dielakkan.

Selanjutnya, beliau menyebutkan beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang makna ‘menghampiri neraka’ itu,

Pertama, yang dimaksud ‘menghampiri neraka’ dalah memasukinya. Namun bagi orang mukmin, itu menjadi dingin dan mereka selamat.

Kedua, bahwa semua makhluk akan mendatanginya, sehingga mereka semua mengalami ketakutan, kemudian setelah itu, Allah selamatkan orang yang bertaqwa.

Ketiga, maknanya adalah melewati jembatan, yang berada di punggung jahannam.  Manusia melewatinya  sesuai bekal amal yang mereka miliki.  Ada yang seperti kilat, ada yang seperti angin berhembus, atau ada yang seperti kuda cepat, ada juga seperti onta cepat. Ada yang berlari, ada yang berjalan, ada yang tersandung-sandung, dan ada yang terambar hingga masuk neraka.

Semua sesuai kadar taqwanya.

Karena itulah, Allah berfirman di lanjutan ayat,

ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا  وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS. Maryam: 71 – 72)

Karena yang kekal di neraka, hanyalah orang kafir. (Tafsir as-Sa’di, hlm. 498).

Dan keterangan ini, sesuai tafsir Ibnu Abbas, sebagaimana yang diriwayatkan at-Thayalisy, dari Syu’bah, dari Abdullah bin Saib, dari orang yang pernah mendengar Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

“وإن منهم إلا واردها” يعني: الكفار

“Tidak ada seorangpun dari kamu, melainkan mendatangi neraka itu.” Maksudnya adalah orang kafir. (Ibnu Katsir, 5/283)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
Sumber
Read More...

Mengetahui Sebab-sebab Setan Dapat Menguasai Manusia


SETAN telah berjanji bahwa dirinya akan selalu mengganggu dan menggoda manusia. Mereka melakukan itu agar kita, selaku anak cucu dari Nabi Adam berbuat ingkar kepada Allah SWT. Sehingga, kita akan mengikuti jejak setan yang telah jelas bertentangan dengan apa yang Allah perintahkan. Dengan begitu, setan akan mempunyai teman untuk menemaninya di dalam neraka.

Setelah setan dapat menggoda manusia maka ia juga akan bisa menguasai manusia itu. Ada sebab-sebab tertentu yang menjadikan setan dapat menguasai manusia. Sedikitnya ada 4 sebab, yaitu:

1. Rusaknya manusia itu sendiri. Seorang muslim yang lalai mengingat Allah, atau yang melakukan hal yang dilarang Allah, berarti menyodorkan diri untuk dikuasai setan dan jin jahat.

2. Manusia melakukan “kejahatan” pada jin, yang biasanya, dilakukan tanpa sengaja. Misalnya menjatuhkan barang yang berat di tempat yang ada jin, tanpa menyebut nama Allah. Atau menumpahkan air panas, tanpa menyebut nama Allah, yang bisa membunuh anak-anak jin. Begitu ada kesempatan, manusia yang tidak berdzikir pada Allah akan dikuasai jin/setan.


3. Disukainya wanita oleh jin laki-laki. Hal ini biasanya terjadi pada wanita pesolek atau wanita yang keluar rumah untuk memperlihatkan kecantikannya. Contoh lain adalah wanita yang memakai cat kuku, yang bisa menghalangi air wudhu. Bila suaminya menggaulinya, dan dia kemudian mandi wajib, maka mandinya tersebut tidak berguna karena tidak menghilangkan hadas besarnya. Bila dia keluar rumah, sebenarnya dia masih dalam keadaan junub. Setan dan jin menyukai wanita seperti ini. Wanita yang suci dan mengenakan kerudung, wajahnya akan ditutup dengan cadar oleh Allah sehingga jin/setan tidak bisa melihat wajahnya meski pandangan mereka sangat tajam.

4. Manusia berada dalam kondisi terlalu senang atau terlalu sedih. Hal ini merupakan pintu masuk yang mudah bagi jin/setan. [rika/islampos/antares-islamicscience]

Read More...

Benarkah Jin Lebih Bodoh daripada Manusia, Ini Bukti Nyatanya

ALLAH menciptakan alam semesta ini bukan hanya makhluk-makhluk yang terbuat dari materi. Melainkan, Allah pun menciptakan makhluk yang tak dapat dilihat oleh manusia, yakni makhluk non materi. Sehingga, antara materi dan non materi itu seharusnya tidak dapat bersatu. Tapi, mengapa banyak manusia yang bersekutu dengan jin?


Sebenarnya jin itu tidak bisa menampakkan diri pada manusia. Kalau pun ia menampakkan diri, mungkin akan berupa wujud lain, bukan wujud aslinya. Orang yang bersekutu dengan jin itu, tidak mengetahui bahwa ternyata jin itu lebih bodoh daripada dirinya. Tak percaya? Ini bukti konkret atau nyatanya.

Jin hanya akan mengganggu manusia dengan cara yang sederhana. Misalnya, menggerakkan horden, mengalirkan air, menjatuhkan barang, dan lain sebagainya. Itu semua merupakan perbuatan jin untuk menakut-nakuti manusia. Dan biasanya manusia sendiri pun ketika tahu ada hal yang ganjil, langsung merasa dirinya tidak aman. Padahal, jin itu hanya iseng saja, yakni hanya untuk melihat ketakutan manusia, hingga dia merasa puas bahwa ternyata manusia itu makhluk yang penakut.


Mengapa jin itu bodoh? Karena ia hanya mampu menakut-nakuti manusia dengan cara yang sederhana. Sedangkan manusia, ia bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa. Dan akan lebih ditakuti oleh makhluk lainnya. Salah satunya bom. Apakah jin bisa membuat itu?

Coba bayangkan, jika jin bisa membuat bom, tentu hancurlah seluruh dunia ini. Apalagi jumlah mereka itu lebih banyak daripada manusia. Apalagi salah satu dari golongan mereka ada yang sangat membenci manusia.

Maka, jika memang ada orang yang masih bersekutu dengan jin, ia dapat dikatakan sebagai orang yang rendah. Mengapa demikian? Ia merasa takut dalam hadapi dunia ini, hingga ia merasa jinlah yang memiliki kekuatan terbesar hingga mampu membantu dirinya. Dengan kata lain, ia mengakui bahwa jinlah yang lebih kuat daripada dirinya. Orang yang bersekutu dengan jin juga termasuk orang yang penakut. Ia tidak akan berani menentang perintah dari jin. Sehingga, apa pun yang dipinta oleh jin itu pasti dilakukannya.

Padahal, jika kita mempelajari diri kita sendiri, maka kita akan mengetahui bahwa derajat tertinggi itu ada di tangan kita, bukan jin. Oleh sebab itu, seharusnya kita dapat menaklukan mereka, bukan kita yang ditaklukan oleh mereka. Jin akan takut ketika kita berani, dan jin akan berani ketika kita takut. Karena jin dan manusia punya elektromagnetik.

Sumber: Disarikan dari Asep Supriyadi, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) 
DR KHEZ Muttaqien Purwakarta
Read More...